Sudah dari TK saya
belajar bahasa Indonesia. Awalnya saya beranggapan bahwa mata pelajaran bahasa
Indonesia sangatlah membosankan. Namun ada pengalaman menarik ketika saya duduk
di bangku SMP, saya sangat tertarik dengan bahasa Indonesia karena gurunya sangat
sabar dan penyayang. Beliau bernama Bu Mudji Astuti (Guru SMPN di Surabaya). Beliau
mengajarkan bahasa dengan caranya sendiri yang menurut saya sangat menarik
mulai belajar berpidato atau orasi, belajar drama, dan belajar musikalisasi
puisi. Disini saya melihat begitu besar perjuangan beliau untuk membuat siswa
tertarik terhadap bahasa Indonesia.
Berbeda ketika saya berada di bangku SMA, bahasa
Indonesia menjadi pelajaran yang membosankan. Mungkin dikarenakan guru diwaktu
saya SMA kurang menarik dan menjenuhkan sekali. Jujur saya sangat jarang
belajar ketika ada ulangan bahasa Indonesia sewaktu SMA. Tetapi untuk
mendapatkan nilai sempurna itu tidaklah mudah. Banyak guru yang mempunyai
anggapan yang berbeda, bisa jadi 5 guru bahasa Indonesia mempunyai jawaban yang
berbeda-beda. Hal itu dikarenakan bahasa Indonesia mempunyai makna ganda.
Harapan saya adalah saya bisa lebih mencintai bahasa nasional saya sendiri yaitu
bahasa Indonesia. Implementasi saya, saya ingin bisa lebih cakap dalam berbicara
bahasa Indonesia di forum umum atau lingkungan masyarakat dan saya bisa
meringkas apapun kejadian penting dalam hidup saya dengan cara menjadikan
sebuah tulisan. Saya ingin menanamkan bahwasanya bahasa Indonesia adalah sebuah
ilmu wajib yang tidak bisa saya remehkan karena hal menyakut kecakapan saya
dalam berbicara. Pintar berbicara juga bisa mengajak orang lain tertarik dengan
apa yang saya katakan. Seperti kata pepatah “Ilmu
menjagamu, harta harus kamu yang menjaganya” (Ali bin Abi Tholib).